03 Desember 2019

Organisasi dengan Kehandalan Tinggi (High Reliability Organisation)

Oleh: Syamsul Arifin, SKM. MKKK.


Kecelakaan kereta, pesawat terbang, dan kebakaran di kilang minyak memiliki penyebab fisik yang sangat berbeda. Tetapi, di tingkat organisasi dan budaya perusahaan, akar penyebab kejadian kecelakaan tersebut, secara mengejutkan dan menyedihkan, sangatlah serupa.

Pemotongan anggaran yang tidak dipikirkan dengan matang, paket bonus atau pemberian hadiah yang mengalihkan fokus perhatian dari keselamatan operasi, gagal mempertimbangkan implikasi keselamatan akibat perubahan organisasi –semua hal itu secara kontinu ditemukan sebagai kontributor utama kecelakaan.

Karena penyelidikan kecelakaan konsisten dengan gambaran penyebab organisasional dan budaya yang seperti hal tersebut di atas, manfaat yang bisa kita dapat dari hasil investigasi sepertinya menjadi semakin kecil saja.

Maka dari itu, ada cara lain yang bisa kita harapkan dapat mencegah kejadian tidak diinginkan, yaitu dengan mempelajari organisasi atau perusahaan berisiko tinggi yang tidak mengalami kecelakaan –yang akan kita sebut sebagai organisasi dengan kehandalan tinggi/high reliability organisation.

Istilah organisasi dengan kehandalan tinggi/High Reliability Organisation (HRO) muncul tahun 1980an ketika sekelompok peneliti lintas keilmuan di Universitas California Berkeley mengamati bahwa sudah banyak penelitian terhadap organisasi yang mengalami bencana atau kecelakaan serius, tapi sangat minim ada penelitian yang mengkaji organisasi yang meskipun beroperasi dengan teknologi dan tingkat bahaya yang tinggi, namun tetap dapat beroperasi tanpa mengalami kegagalan.

Ketiga organisasi yang ketika itu diteliti peneliti Berkeley yaitu pengontrol lalu lintas udara/Air Traffic Controller (ATC) penerbangan sipil, pembangkit listrik tenaga nuklir, dan kapal induk bertenaga nuklir.

Organisasi dengan kehandalan tinggi yaitu organisasi yang jika terjadi kegagalan atau kecelakaan akan memiliki dampak yang luas dan konsekuensi bencana. Organisasi tersebut umumnya memiliki dua karakteristik utama.

Pertama, memiliki interaksi yang kompleks (interactive complexity), yaitu organisasi yang interaksi antar komponen sistemnya tidak dapat diprediksi dan/atau tidak terlihat. Kedua, memiliki keterikatan yang ketat (tight coupling), yaitu organisasi dengan tingkat ketergantungan yang tinggi antar komponen, termasuk di antarnya elemen orang, peralatan, dan prosedur.

Apa yang dapat kita pelajari dari organisasi HRO dalam usaha pencegahan kecelakaan mereka? Apa yang telah mereka lakukan sehingga dapat beroperasi secara selamat?

Health Safety Executive Inggris dalam laporan yang menganalisis 37 hasil penelitian mengenai HRO meringkas lima ciri unggul organisasi dengan kehandalan tinggi.

Pertama, berhasil menjaga dari kejadian yang tidak terduga. Hal ini dicapai dengan beberapa hal, diantaranya yaitu memiliki sistem cadangan jikalau terjadi kejadian kegagalan dan melakukan pemeriksaan silang terhadap keputusan penting (redudancy).

Di samping itu juga, HRO mengizinkan pekerja yang ahli, tanpa memandang tingkat jabatannya untuk mengambil keputusan penting terkait keselamatan dalam kondisi darurat, yang dalam operasi rutin memiliki kejelasan struktur hirarki dan memahami siapa yang bertanggung jawab untuk apa (beralih ke para ahli dalam kondisi darurat, berubah dari struktur yang hierarkis ke struktur yang datar).

Dan berinvestasi dalam pelatihan atau kompetensi teknis; serta memiliki prosedur yang jelas terdefinisi untuk menghadapi seluruh kejadian yang tidak terduga.

Kedua, memiliki antisipasi efektif terhadap potensi kegagalan. Hal ini dicapai melalui beberapa langkah, di antaranya yaitu keterlibatan yang tinggi pada pekerja di lini lapangan agar memiliki gambaran besar operasi (sensitivity to operation);

Juga perhatian terhadap signal kecil yang mengindikasikan potensi masalah dalam organisasi dan mempergunakan data kecelakaan dan hampir celaka (near miss) sebagai indikator kesehatan sistem organisasi (preoccupation with failure).

Serta melakukan pengumpulan serta analisis semua signal peringatan secara sistematis tanpa memperdulikan seberapa kecilnya hal tersebut, dan menghindari asumsi dalam memandang potensi bencana. Penjelasan mengenai penyebab kecelakaan cenderung ke aspek sistemik ketimbang fokus pada individu atau menyalahkan operator (reluctance to simplify).

Ketiga, budaya yang adil (just culture). Aspek ini terdiri dari beberapa komponen, di antaranya yaitu membangun sistem pelaporan terbuka untuk kecelakaan dan kejadian hampir celaka tanpa takut mendapat hukuman. Menindak lanjuti laporan investigasi kecelakaan dengan menerapkan tindakan perbaikan yang direkomendasikan.

Melakukan juga program pemberdayaan kewenangan pekerja untuk menghentikan pekerjaan jika ada isu keselamatan, dan membina rasa tanggung jawab pribadi atas keselamatan.

Keempat, berorientasi pada pembelajaran. Terus menerus melakukan pelatihan teknis; sistematis menganalisis akar penyebab kecelakaan dan kecenderungannya di dalam organisasi; melakukan komunikasi terbuka terhadap hasil investigasi kecelakaan; dan memperbaharui prosedur sesuai dengan pengetahuan yang baru diperoleh.

Kelima, memiliki pemimpin yang penuh kesadaran (mindful leadership). Aspek ini didapat dengan beberapa hal, di antaranya yaitu melakukan audit proaktif untuk mengidentifikasi masalah di dalam sistem organisasi (biasanya dilakukan karena ada kecelakaan pada industri yang serupa).

Pemimpin yang penuh kesadaran juga memiliki pola komunikasi ‘bottom-up’ terhadap berita buruk; melibatkan pekerja di lini lapangan melalui kunjungan lapangan; dan berinvestigasi untuk sumber daya keselamatan serta mampu menyeimbangkan antara keuntungan dengan keselamatan.

Semoga dengan memahami dan menerapkan beberapa prinsip dasar bagaimana organisasi dengan kehandalan tinggi berfungsi, kita mampu juga beroperasi dengan lebih produktif dan terhindari dari bencana kegagalan.



---000---

Penyusun:
Syamsul Arifin, SKM. MKKK.
Praktisi K3LH Indonesia
www.syamsularifin.org


Referensi:
Hopkins, Andrew. Learning from High Reliability Organisations. 2013. Australia
Health and Safety Executive. High reliability organisations, a review of the literature. 2011. Inggris.


Artikel ini dimuat di Majalah Katiga, edisi Agustus - September 2019

Postingan terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar