22 April 2026

Selective attention test (uji selektif perhatian)

Perintah 1. Hitunglah berapa banyak pemain berbaju putih melempar bola?

[Stop disini, fokus lihat video jangan lanjutkan membacanya sampai anda mendapatkan angka lemparan pemain berbaju putih]



Jawaban yang benar, ada 15 lemparan.

Pertanyaan 2. Apakah anda melihat gorila hitam yang melewati pemain ketika mereka sedang melempar?

Jika anda tadi fokus mengamati dan menghitung lemparan pemain berbaju putih, kemungkinan besar anda TIDAK akan melihat gorila melewati tengah kelompok.

Video yang sama diulang, ketika inilah baru anda melihat ada gorilanya.

Hal ini menunjukkan bahwa fokus perhatian seseorang itu terbatas. Ia akan menyeleksi atau menyaring hal-hal yang tidak relevan dengan fokusnya, sehingga beberapa informasi tidak akan "tertangkap".

Pelajarannya, jangan mudah menyalahkan orang yang fokus bekerja dan menuduh ia tidak memiliki situational awareness, tidak peduli terhadap informasi sekeliling, atau mengabaikan informasi penting di sekitar.

Pahami, kuota perhatian memiliki batas, dan itu hal yang manusiawi, normal.

Jadilah praktisi K3 atau investigator kecelakaan yang memahami faktor manusia (human factor), memiliki kepekaan local rationality (melihat dari perspektif korban/pelaku, berdiri di sepatunya dengan konteks kejadian), memahami bias keterbatasan informasi/selective attention karena ada beda fokus perhatian/tujuan yang mau dicapai.

Postingan terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar