22 April 2026

Selective attention test (uji selektif perhatian) part 2

Contoh menarik selective attention bisa dilihat pada klub sepak bola Amerika (football) Los Angeles Rams.

Klub mempekerjakan seorang asisten pelatih yang tugasnya memastikan pelatih utama, Sean Mcvay, tidak menabrak hakim garis ketika pertandingan.

Ketika bertanding, Sean begitu fokus ke pergerakan anak didiknya sehingga tidak memperhatikan posisinya di sisi lapangan, yang bisa menghalangi lajur pergerakan (line of fire) hakim garis.

Hal tersebut bisa berakibat serius, selain berpotensi cedera, klub juga akan dikenakan denda jika hal tersebut terjadi.

Untuk menghindari hal itu, klub menggaji mahal asisten pelatih yang akan menggeser Sean jika ada hakim garis yang mungkin menabraknya.

Beberapa pelajaran menarik dari video ini.

Pertama, fokus perhatian (sehingga menurunkan kewaspadaan sekeliling) bisa terjadi, dan hal itu manusiawi, normal.

Kedua, organisasi/perusahaan (dalam hal ini klub football), yang harus menyediakan barrier preventif (dan mungkin juga mitigatif) untuk mengelola faktor manusia. Memastikan ada error resistant dan error tolerant di dalam sistem kerja.

Menyuruh orang untuk mengubah sifat naluriahnya (lewat kelas motivasi, hukuman, atau kebijakan/peraturan) bisa jadi tidak akan banyak membantu (mengubah) kelancaran operasi, dibutuhkan pemikiran yang serius (dan sumber daya, uang dalam hal ini) untuk solusi yang lebih kongkrit.

Seperti kata mendiang Prof James Reason, "you cannot change the human condition, but you can change the conditions in which humans work".

Ketiga, apa lagi ya kira-kira lesson learnednya dari video ini? Silakan tambahan sharingnya.

Postingan terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar