Terkadang, untuk bisa terus melaju, tumbuh, dan move on, kita perlu melakukan unlearn and relearn atas hal-hal yang sudah pernah kita pelajari/ketahui.
Unlearning berarti meninggalkan ilmu lama, hal-hal yang kita pernah pegang teguh sebagai suatu kebenaran. Mengosongkan gelas.Hal itu penting agar kita tidak bersikap defensive, agar tidak menolak terlebih dahulu hal/ilmu/konsep/ide baru dalam melakukan sesuatu yang sudah bertahun-tahun kita lakukan; karena akan bertolak belakang/berbeda dengan apa yang sudah kita ketahui/pelajari sebelumnya.
Gelas yang penuh tidak akan bisa menampung isi konten baru yang dituang. Menghambat proses pembelajaran, perkembangan, dan menjebak pemiliknya di masa lalu ketika orang-orang sudah jauh melaju.
Relearn, seperti terjemahannya, mempelajari lagi hal yang sudah pernah diketahui, dengan perspektif berbeda, dengan pendekatan baru, yang lebih relevan, ter-update, mengikuti perkembangan zaman.
Mereka yang keukeuh mengaplikasikan hal lama dan mengharap hasil yang berbeda, adalah orang gila. Insanity is doing the same thing over and over again and expecting different results.
Konsep unlearn dan relearn bisa kita terapkan dalam banyak hal, mulai dari praktik/cara baru di rumah, semisalnya mencuci piring dari manual ke penggunaan mesin cuci piring/dishwasher, dulu mendidik anak secara keras/otoriter menjadi otoritatif/membangun kemandirian dan tanggung jawab anak.
Dan contoh dalam praktik cara bekerja, seperti pandangan lama bahwa bekerja hanya dari kantor menjadi mode bekerja dari mana saja (work from anywhere).
Termasuk juga dalam cara kita mengelola keselamatan kerja. Berani unlearn/melepas konsep bahwa manusia adalah sumber masalah (hazard) yang harus dikendalikan, dan menerima pandangan baru (new view) bahwa manusia adalah sumber solusi yang harus diberdayakan.
Sebagai praktisi K3, apakah kita berani unlearn dan relearn?
Mau membuang jauh pola pikir personal (masalah K3 muncul dari pribadi/individu pekerja) ke pola pikir sistem (system thinking) yang menjelaskan bahwa pekerja adalah penerima (recipient) akibat ketidaksempurnaan teknologi sehingga perlu dibangun barriers dan pelindung (safeguards) di dalam sistem kerja dengan lebih holistik?
---000---
Referensi:
1) Reason, James. 2000. Human error: models and management. British Medical Journal
2) Dekker, Sidney. 2014. Employees: A Problem to Control or Solution to Harness? Majalah Professional Safety
Tidak ada komentar:
Posting Komentar