Keberanian untuk menghentikan pekerja yang tidak selamat secara umum dipandang sebagai tanda positif budaya kerja selamat.
Program kerja K3 yang biasanya dilakukan guna membangun kemampuan (dan kemauan) pekerja untuk menghentikan pekerjaan yang tidak selamat yakni dengan memberikan kebijakan/kewenangan SWA, pembuatan prosedur SWA, dan pembekalan/pelatihan komunikasi asertif.Jika yang menyetop/menghentikan pekerjaan adalah grup berbeda dengan yang melaksanakan pekerjaan, tentu mudah.
Tetapi, bila penghentian pekerjaan dilakukan oleh grup yang tetap harus menyelesaikan pekerjaan. Penghentian pekerjaan ini memberikan kesulitan bagi pelaksana pekerjaan.
Makalah ini memberikan sudut pandang lain, alih-alih mendukung perilaku selamat/menghentikan pekerjaan dengan membuat kebijakan SWA, prosedur cara melakukan SWA, dan pelatihan komunikasi asertif, penulis makalah menyarankan perusahaan untuk memberikan kejelasan metode/proses alternatif yang dapat dipilih pekerja jika menemukan kondisi yang membahayakan, sehingga mereka akan mau menghentikan pekerjaan, namun kemudian tetap bisa melanjutkan/menyelesaikan pekerjaannya.
Silakan baca selengkapnya di: Jop Havinga, Kym Bancroft, Andrew Rae. 2021. Deciding to stop work or deciding how work is done? Jurnal Safety Science.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar