24 September 2017

Mari lawan banjir

Belakangan ini, Balikpapan sering diguyur hujan. Ada masalah kronis yang terus berulang jika hujan telah datang, banjir. Tanpa harus menyalahkan pihak manapun, banjir merupakan problema sosial yang harus ditangani secara kelembagaan (pemerintah), komunitas (masyarakat) maupun secara pribadi (keluarga).

Berikut dibahas beberapa langkah yang dapat ditempuh jika rumah kita merupakan salah satu pelanggan setia banjir tahunan.

Langkah pertama, perhatikan diri anda dan keluarga.

Banjir merupakan musibah, banyak perubahan dramastis yang bisa terjadi dalam kehidupan normal kita. Stres/tekanan mental merupakan suatu hal yang hal yang sangat mungkin terjadi.

Jaga keharmonisan keluarga untuk meredam emosi; pastikan anda cukup istirahat dan makan; buat jadwal dan pembagian tugas untuk mengerjakan tugas pembersihan yang akan dilakukan, tidak semua pekerjaan harus dilakukan secara berbarengan; dan perhatikan tanda-tanda stres.

Lindungi anak anda. Dalam banjir, bahaya bisa mengancam mereka, mulai dari bahaya fisik (tenggelam, sakit, keracunan, terinfeksi penyakit biologis maupun kimia) maupun bahaya non fisik (seperti stres, bingung, takut). Jaga kesehatan, terutama untuk bayi, wanita hamil, dan orang tua, pastikan kebersihan personal selalu terjaga (mencuci tangan, ketersediaan kebersihan sumber air minum dan mandi).

Langkah kedua, keringkan dan bersihkan rumah anda.

Banjir dapat mempengaruhi rumah kita melalaui tiga cara: air banjir akan merusak bahan bangunan (dinding, alat listrik/perlistrikan rumah akan mudah korslet dan tidak berfungsi, dan kayu yang digunakan akan melapuk dan membusuk); endapan lumpur dan sampah yang masuk akan membuat kotor dan mengandung bahaya kesehatan; keadaan lembab akan memicu pertumbuhan jamur dan lumut yang akan tumbuh di hampir semua tempat.

Beberapa langkah berikut mungkin dapat dilakukan untuk mencegah hal tersebut: turunkan kelembaban dengan membuka pintu dan jendela rumah, membuka pintu lemari, menggunakan kipas angin, Air Conditioner (AC) dengan mode dehumidifier, dan penggunaan dessicant (bahan yang dapat menyerap kelebihan kelembaban); pastikan juga anda mengeringkan dinding, atap, benda/perabotan yang terbuat dari kayu, dan lantai.

Lantai, dinding, kamar mandi, rak, ataupun isi rumah yang terkena air banjir harus dicuci dan didesinfeksikan secara menyeluruh.

Beberapa peralatan yang perlu kita sediakan dalam melakukan proses ini diantaranya sapu, pel, sikat, busa, ember, selang air, sarung tangan karet, kain lap, produk pembersih dan desinfektan, oli pelumas, kantong sampah, dan pengering rambut.

Pastikan anda telah membaca dan mematuhi label peringatan untuk penggunaan produk pembersih dan desinfektan. Oli pelumas digunakan jika kita akan membersihan mesin atau peralatan yang terendam, bisa digunakan WD-40 dan pengering rambut untuk membantu proses pengeringan air dari mesin.

Sedikit tips saat mengepel. Bersihkan satu persatu ruangan. Penggunaan dua ember bisa lebih efektif dari pada satu ember. Ember pertama untuk membilas kain pel yang digunakan, sedang ember kedua untuk dicampur dengan produk pembersih. Peras kain pel, lalu biarkan tetap berada dalam bentuk gulungan lalu masukan ke ember kedua dan kembangkan agar menyerap air pembersih. Ganti air di ember bilasan secara rutin. Penggunaan dua ember ini dapat mengurangi masuknya air kotor ke dalam larutan pembersih yang digunakan.

Jika memungkinkan, gunakan Alat Perlindungan Diri (APD) saat membersihkan. Gunakan sarung tangan, celana panjang, kaos/baju dengan lengan yang panjang, dan sepatu bot atau sepatu kerja.

Sebelum anda mengutak-atik peralatan listrik yang terendam banjir, pastikan anda memiliki cukup pengetahuan mengenai hal tersebut. Prinsip dasarnya adalah peralatan tersebut harus dibersihkan dan dikeringkan secara menyeluruh, preteli/pisahkan bagian-bagiannya untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Jika ada stop kontak yang terendam air, pastikan meteran listrik telah mati dan sekering utama telah dicabut. Jangan digunakan sebelum anda yakin bahwa stop kontak telah kering dan sirkuitnya tidak ada yang rusak.

Jika anda menggunakan sumur dan sumur tersebut terendam air banjir, kuras/keringkan terlebih dahulu. Masukan klorin untuk mematikan bakteri yang ada, tunggu sampai sekitar 4 jam, selama itu jangan gunakan air sumur dahulu. Lalu, buka keran dan biarkan air sumur masuk ke perpipaan rumah, biarkan air berada di pipa selama 2-4 jam, selama itu pula, jangan gunakan air tersebut.

Jika anda menggunakan saluran pipa air/PAM dan anda tidak yakin apakah ada kontaminasi pada saluran pipa, gunakan air tersebut hanya untuk membersihkan rumah. Beralihlah pada pengunaan air gallon/kemasan, atau masaklah air sampai mendidih.

Hati-hati jika menggunakan generator agar tidak keracunan Karbon Monoksida (CO). Banjir dapat menyebabkan terputusnya sambungan listrik. Beberapa orang menggunakan generator untuk mensuplai listrik saat membersihkan rumah setelah banjir.

Gas buangan (exhaust) yang dihasilkan generator dapat membunuh kita dalam waktu beberapa menit jika kita menghirupnya. Karbon monoksida merupakan gas yang tidak berwana dan tidak berbau yang dapat menyebabkan kematian dalam konsentrasi yang tinggi.

Letakkan generator di luar rumah dan jauhkan dari bangunan. Jangan menggunakan generator di dalam rumah atau garasi. Jangan meletakan generator di balkon atau dekat dengan pintu, lubang ventilasi ataupun jendela. Jangan pula meletakkan generator dekat dengan orang yang tidur.

Langkah ketiga, membangun kembali dan menjadikan sebagai rumah tahan banjir.

Ada lima bentuk/metode rumah tahan banjir: pemindahan/relokasi, peningkatan/meninggikan, dinding penahan banjir, rumah tahan banjir tipe kering, dan rumah tahan banjir tipe basah.

Jika rumah anda mengalami kerusakan yang berat, mungkin anda perlu mempertimbangkan relokasi dari pada membangunnya dari awal, karena hal itu akan lebih murah, cepat, dan lebih cerdas. Namun jika anda ingin membangun kembali, pastikan anda membuatnya menjadi rumah yang tahan banjir.

Beberapa rumah dapat ditinggikan sehingga dasar lantainya berada di atas tingkat air saat banjir. Peninggian atau pemindahan rumah merupakan solusi yang baik dilakukan jika daerah anda sering dilanda banjir yang dalam (> 2 meter).

Dinding penahan banjir atau tanggul dibentuk untuk menghindari masuknya air banjir ke dalam rumah. Dibangun dengan ukuran yang lebih tinggi dari tingkat air yang biasa melanda daerah anda.

Dinding penahan banjir biasa terbuat dari beton/semen, sedang tanggul dibuat dari tanah yang dimasukan ke dalam karung, atau tanah yang ditumpuk. Dinding penahan banjir atau tanggul dapat dibuat mengelilingi rumah atau terhubung dengan dataran yang lebih tinggi. Mereka juga bisa digunakan untuk memberikan kekuatan pada dinding bangunan. Metode ini tepat jika digunakan pada daerah yang tingkat air banjirnya kurang dari 1 meter.

Rumah tahan banjir tipe kering adalah dengan melapisi/merapatkan bangunan rumah agar air banjir tidak dapat masuk. Semua ruangan yang berada di bawah tingkat air banjir dibuat kedap air.

Rumah tahan banjir tipe basah adalah memodifikasi rumah sehingga air banjir hanya akan membuat kerusakan yang minim terhadap bangunan ataupun isinya. Air banjir bisa masuk ke dalam rumah untuk mengurangi tekanan air pada dinding bagian luar. Anda harus mendekorasi ruangan yang akan terkena air banjir dengan furnitur/perabotan rumah yang dapat dengan mudah dipindah-pindahkan sebelum banjir. Benda yang sulit dipindahkan seperti rak buku atau buffet/lemari hiasan bisa dibuatkan panggung/dudukan yang cukup tinggi atau diletakan di lantai dua rumah.

Langkah keempat, bersiap untuk banjir susulan.

Selain langkah-langkah yang telah dijelaskan sebelumnya (membangun kembali dan menjadikannya sebagai rumah tahan banjir); anda pun mungkin bisa mempertimbangkan memiliki asuransi bencana yang akan melindungi saat banjir (perlindungan finansial); membuat rencana tanggap darurat banjir di rumah; dan berpartisipasi dalam program masyarakat untuk mencegah banjir.

Rencana tanggap darurat banjir akan sangat membantu untuk memperhatikan detail yang harus dilakukan. Saat menulis rencana tanggap darurat, pastikan seluruh anggota keluarga mengerti prosedur tersebut. Buatlah dalam bentuk tertulis agar setiap orang dapat mengingat dengan mudah saat terjadi kepanikan dan ketergesa-gesaan ketika banjir melanda.

Identifikasi kerabat, teman, atau tempat dimana anda dapat berlindung/bernaung jika akan mengungsi. Uji cobalah jalan/jalur menuju tempat tersebut untuk memastikan bahwa saat banjir, jalur tersebut tidak akan tergenang banjir sehingga tidak dapat dilewati.

Menjaga agar saluran air atau sungai tidak tersumbat merupakan hal yang penting. Sampah dan kotoran yang menyumbat selokan dapat dengan mudah dibersihkan jika semua anggota masyarakat berpartisipasi dalam program kerja bakti. Selain akan membuat air dapat dengan mudah tersalurkan saat banjir, lingkungan juga akan menjadi lebih bersih dan lebih sehat.

Semoga dengan menerapkan beberapa langkah di atas, kita bisa ‘melawan’ atau mengantisipasi bencana banjir, dan terhindari dari kerugian yang besar.



---000---

Referensi:
  • Federal Emergency Management Agency (FEMA) and the American Red Cross. 2012. Repairing Your Flooded Home. Maryland, United States
  • Environmental Protection Agency (EPA). 2007. Flood Clean Up and the Air in Your Home. Washington, United States
  • Environmental Protection Agency (EPA). 2012. Flood Cleanup - Avoiding Indoor Air Quality Problems. Washington, United States
  • American Lung Association. Flood Clean Up Fact Sheet. Chicago, United States.

Postingan terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar