Beberapa waktu lalu, saya dan anak-anak makan di restoran Jepang. Salah satu menu yang dipesan adalah tamagomaki.
Ketika makanan datang, ada salah satu makanan yang tidak diketahui siapa yang pesan. Membuat kami bingung.
Ternyata, ketika menulis pesanan, ada kekeliruan antara tamagomaki dengan tamagoyaki (beda di satu huruf M dan Y saja).
Dan saya pun punya andil disitu, ketika pelayan membaca ulang pesanannya, saya tidak sadar ada beda fonetik (penyebutan bunyi huruf itu).
Inilah contoh jebakan kesalahan (error trap).
Pernah mengalami hal yang sama? Pesan sesuatu yang namanya mirip/serupa? Silakan sharingnya.
Di panduan human improvement handbook volume 2 dari Departemen Energi (DOE) Amerika, disampaikan salah satu tool/alat/teknik untuk meningkat efektivitas komunikasi dan mengurangi kesalahpahaman, yaitu phonetic alphabet.
Caranya dengan memperpanjang huruf yang dikomunikasikan menggunakan istilah yang standar. Misalnya alpha untuk A, bravo untuk B, charlie untuk C, delta untuk D, dst.
Untungnya kesalahan yang saya buat ketika memesan menu tidak berakibat fatal, hanya sedikit menambah berat badan.
Tapi bagaimana kalau kesalahan seperti ini terjadi pada operasional yang bersifat safety-critical, bisa jadi berdampak bencana. Ih, seram...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar